BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Peranan metode pengajaran sangatlah
penting dalam proses belajar mengajar, yakni sebagai alat untuk menciptakan
proses belajar mengajar yang kondusif. Dengan metode tersebut diharapkan tumbuh
berbagai kegiatan belajar siswa sehubungan dengan mengajar guru, dengan kata
lain tercipatlah interaksi edukatif
antara guru dengan siswa. Metode atau Strategi merupakan usaha untuk
memperoleh kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Tetapi tidak
semua metode pembelajaran sesuai digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran
tertentu.
Ada banyak metode-metode yang bisa
digunakan oleh para pendidik untuk membuat pembelajaran lebih efektif, efisien,
menarik, dan paling penting yaitu mencapai tujuan pembelajaran. Akan tetapi
metode-metode yang banyak tadi tak lepas dari yang namanya kekurangan. Oleh
karena itu sebagai guru, mereka harus pintar-pintar dalam mengatasi
kekurangan-kekurangan yang ada pada metode-metode yang ada.
B.
Rumusan
Masalah
- Bagaimanakah metode pemberian tugas belajar dan resitasi itu?
- Apa dan bagaimana metode drill (latihan) dalam pembelajaran?
- Apa dan bagaimana metode karyawisata dalam pembelajaran?
C.
Tujuan
1. Mengetahui
metode pemberian tugas belajar dan resitasi dalam pembelajaran
2. Mengetahui
metode drill (latihan) dalam pembelajaran
3. Memahami
metode karyawisata dalam pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Metode
Pemberian Tugas Belajar dan Resitasi
Menurut Syaiful Bahri, Djamarah dan Aswan Zain
(2002:96) metode resitasi (penugasan) adalah metode penyajian bahan dimana guru
memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Sedangkan
menurut Mulyani Sumantri dkk (2001:130) mengemukakan bahwa “Metode pemberian
tugas atau penugasan diartikan sebagai suatu cara interaksi belajar mengajar yang
ditandai dengan adanya tugas dari guru untuk dikerjakan peserta didik di
sekolah ataupun di rumah secara perorangan atau berkelompok”.
Metode pemberian tugas belajar dan resitasi memiliki
tiga unsur, yaitu:
1. Pemberian
tugas
2. Belajar
3. Resitasi
Tugas merupakan suatu pekerjaan yang
harus diselesaikan.
Pemberian tugas sebagai metode pembelajaran merupakan pemberian pekerjaan oleh
guru kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Dengan
pemberian tugas tersebut, peserta didik belajar, mengerjakan tugas. Dalam
melaksanakan kegiatan belajar peserta didik diharapkan memperoleh suatu hasil
yaitu perubahan perilaku tertentu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Tahap
akhir dari pemberian tugas ini adalah resitasi yang berarti melaporkan atau
menyajikan kembali tugas yang telah dikerjakan atau dipelajari. Resitasi
merupakan metode mengajar dengan cara guru memberikan tugas, kemudian peserta
didik harus mempertanggungjawabkan hasil tugas tersebut. Resitasi ini sering
disamakan dengan homework (pekerjaan
rumah/PR), padahal sebenarnya berbeda. Pekerjaan rumah (PR) mengandung
pengertian yang khusus, yaitu tugas-tugas yang diberikan oleh guru, dikerjakan
oleh peserta didik di rumah. Sedangkan
resitasi, tugas yang diberikan oleh guru yang tidak sekedar dikerjakan
di rumah, melainkan dapat dikerjakan di perpustakan, laboratorium, maupun
tempat-tempat yang lain yang ada hubungannnya dengan tugas/pelajaran yang
diberikan. Jadi resitasi lebih luas daripada homework. Akan tetapi keduanya memiliki kesamaan, yaitu:
Ø Memiliki
unsur tugas
Ø Dikerjakan
oleh peserta didik dan dilaporkan hasilnya
Ø Memiliki
unsur didaktis pedagogis
v Tujuan
Pemberian Tugas
Menurut pandangan
tradisional, pemberian tugas diberikan oleh guru kepada peserta didik karena
pelajaran tidak sempat diberikan di kelas. Untuk menyelesaikan rencana pembelajaran yang telah
ditetapkan, maka peserta didik diberi tugas untuk mempelajari dengan diberi
soal-soal yang harus dikerjakan di rumah. Kadang juga dimaksudkan agar
anak-anak tidak terlalu banyak bermain
Menurut pandangan yang baru, tugas diberikan dengan pendapat
bahwa kurikulum itu merupakan segala aktivitas yang dilaksanakan oleh sekolah,
baik kurikuler maupun ekstrakurikuler.
v Penggunaan
Metode Resitasi
Penggunaan
tugas belajar dan resitasi dikatakan wajar bila bertujuan:
a. Memperdalam
pengertian peserta didik terhadap pelajaran yang telah diterima.
b. Melatih peserta didik ke arah
belajar mandiri.
c. Peserta
didik dapat membagi waktu secara teratur.
d. Agar
peserta didik dapat memanfaatkan waktu terluang untuk menyelesaikan tugas.
e. Melatih
peserta didik untuk menemukan sendiri cara-cara yang tepat untuk menyelesaikan
tugas.
f. Memperkaya pengalaman-pengalaman di
sekolah melalui kegiatan kegiatan di luar kelas.
v Langkah-langkah yang harus
diikuti dalam penggunaan metode
Menurut Djamarah (2002:97) ada langkah-langkah dalam penggunaan metode
pemberian tugas
a.
Fase pemberian tugas
Tugas yang
diberikan kepada siswa hendaknya mempertimbangkan:
1)
Tujuan yang akan dicapai
2)
Jenis tugas yang jelas dan tepat
sehingga anak mengerti apa yang ditugaskan tersebut.
3)
Sesuai dengan kemampuan siswa
4)
Ada petunjuk/sumber yang dapat membantu
pekerjaan siswa Sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas tersebut.
b.
Langkah pelaksanaan tugas
1)
Diberikan bimbingan/pengawasan oleh guru
2)
Diberikan dorongan sehingga anak mau
bekerja
3)
Diusahakan/dikerjakan oleh siswa
sendiri, tidak menyuruh orang lain
4)
Dianjurkan agar siswa mencatat
hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan sistematik.
c.
Fase mempertanggungjawabkan tugas
1)
Laporan siswa baik lisan/tertulis dari
apa yang telah dikerjakan
2)
Ada tanya jawab/diskusi kelas
3)
Penilaian hasil pekerjaan siswa baik
dengan tes maupun notes atau cara yang lainnya.
Fase
mempertanggungjawabkan tugas inilah yang disebut “resitasi”.
v Kelebihan
Metode Resitasi
a. Memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk belajar peserta didik
b. Memupuk
rasa tanggung jawab
c. Memperkuat
motivasi belajar
d. Menjalin
hubungan antara sekolah dengan keluarga.
e. Mengembangkan keberanian
berinisiatif
v Kelemahan
Metode Resitasi
a. Memerlukan
pengawasan yang ketat, baik oleh guru maupun orang tua
b. Sukar
menetapkan apakah tugas dikerjakan oleh peserta didik sendiri atau atas bantuan
orang lain.
c. Banyak kecenderungan untuk saling
mencontoh dengan teman-teman.
d. Agak sulit diselesaika oleh peserta
didik yang tinggal bersama dengan keluarga yang kurang teratur
e. Dapat mengakibatkan frustasi apabila
gagal menyelesaikan tugas.
B.
Metode
Drill (Latihan)
Drill merupakan suatu cara mengajar
dengan memberikan latihan-latihan terhadap apa yang telah dipelajari peserta
didik sehingga memperoleh suatu ketrampilan tertentu. Kata latihan mengandung arti bahwa
sesuatu itu diulang-ulang, akan tetapi bagaimanapun juga antara situasi belajar
yang pertama dengan situasi belajar yang realistis menyebabkan peserta didik
melatih ketrampilannya. Bila situasi belajar itu diubah-ubah kondisinya
sehingga menuntut respon yang berubah, maka ketrampilan akan lebih
disempurnakan.
Ada ketrampilan yang dapat disempurnakan
dalam waktu pendek, adapula yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Perlu diperhatikan bahwa latihan
itu tidak diberikan begitu saja kepada peserta didik tanpa pengertian, jadi
latihan itu didahului dengan pengertian dasar.
v Metode
Drill Wajar digunakan untuk:
1. Kecakapan
motoric, misalnya: menggunakan alat-alat (music, olahraga, menari, pertukangan,
dsb)
2. Kecakapan mental, misalnya
menghafal, menjumlah, mengalikan, membagi, dsb
v Hal-hal
yang Perlu diperhatikan:
1. Tujuan
harus dijelaskan kepada peserta didik sehingga selesai latihan peserta didik
diharapkan dapat mengerjakan dengan tepat sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
2. Tentukan dengan jelas kebiasaan yang
dilatihkan sehingga peserta didik mengetahui apa yang harus dikerjakan.
3. Lama latihan harus disesuaikan
dengan kemampuan peserta didik.
4. Selingilah latihan agar tidak
membosankan.
5. Perhatikan kesalahan-kesalahan umum
yang dilakukan peserta didik untuk perbaikan secara klasikal, sedangkan
kesalahan perorangan dibetulkan secara perorangan juga.
v Bentuk-
bentuk Metode Drill dapat direalisasikan dalam berbagai bentuk teknik, yaitu
sebagai berikut :
- Teknik Inquiry (kerja kelompok)
Teknik ini dilakukan dengan cara mengajar sekelompok
anak didik untuk bekerja sama dan memecahakan masalah dengan cara mengerjakan
tugas yang diberikan.
- Teknik Discovery (penemuan)
Dilakukan dengan melibatkan anak didik dalam proses
kegiatan mental melalui tukar pendapat, diskusi.
- Teknik Micro Teaching
Digunakan untuk mempersiapkan diri anak didik
sebagai calon guru untuk menghadapi pekerjaan mengajar di depan kelas dengan
memperoleh nilai tambah atau pengetahuan, kecakapan dan sikap sebagai guru.
- Teknik Modul Belajar
Digunakan dengan cara mengajar anak didik melalui
paket belajar berdasarkan performan (kompetensi).
- Teknik Belajar Mandiri
Dilakukan dengan cara menyuruh anak didik agar
belajar sendiri, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
v Tujuan
Penggunaan Metode Drill
Metode Drill biasanya
digunakan untuk tujuan agar siswa :
- Memiliki kemampuan motoris/gerak, seperti menghafalakan kata-kata, menulis, mempergunakan alat.
- Mengembangkan kecakapan intelek, seperti mengalikan, membagi, menjumlahkan.
- Memiliki kemampuan menghubungkan antara sesuatu keadaan dengan yang lain.
v Syarat-Syarat
Dalam Metode Drill
- Masa latihan harus menarik dan menyenangkan.
o Agar
hasil latihan memuaskan, minat instrinsik diperlukan.
o Tiap-tiap
langkah kemajuan yang dicapai harus jelas.
o Hasil
latihan terbaik yang sedikit menggunakan emosi
- Latihan –latihan hanyalah untuk ketrampilan tindakan yang bersifat otomatik.
- Latihan diberikan dengan memperhitungkan kemampuan/ daya tahan murid, baik segi jiwa maupun jasmani.
- Adanya pengerahan dan koreksi dari guru yang melatih sehingga murid tidak perlu mengulang suatu respons yang salah.
- Latihan diberikan secara sistematis.
- Latihan lebih baik diberikan kepada perorangan karena memudahkan pengarahan dan koreksi.
- Latihan-latihan harus diberikan terpisah menurut bidang ilmunya.
v Prinsip
Dan Petunjuk Menggunakan Metode
Drill
- Siswa harus diberi pengertian yang mendalam sebelum diadakan latihan tertentu.
- Latihan untuk pertama kalinya hendaknya bersikap diagnostik:
o Pada
taraf permulaan jangan diharapkan reproduksi yang sempurna.
o Dalam
percobaan kembali harus diteliti kesulitan yang timbul.
o Respon
yang benar harus diperkuat.
o Baru
kemudian diadakan variasi, perkembangan arti dan kontrol
- Masa latihan secara relativ singkat, tetapi harus sering dilakukan.
- Pada waktu latihan harus dilakukan proses essensial.
- Di dalam latihan yang pertama-tama adalah ketepatan, kecepatan dan pada akhirnya kedua-duanya harus dapat tercapai sebagai kesatuan.
- Latihan harus memiliki arti dalam rangka tingkah laku yang lebih luas.
o Sebelum
melaksanakan, pelajar perlu mengetahui terlebih dahulu arti latihan itu.
o Ia
perlu menyadari bahwa latihan-latihan itu berguna untuk kehidupan selanjutnya.
o Ia
perlu mempunyai sikap bahwa latihan-latihan itu diperlukan untuk melengkapi
belajar.
v Kelebihan
Metode Drill
1. Pengertian
peserta didik lebih luas denga latihan berulang-ulang.
2. Peserta didik siap menggunakan
ketrampilannya karena sudah dibiasakan
v Kekurangan
Metode Driil
1. Peserta
didik cenderung belajar secara mekanis
2. Dapat
menyebabkan kebosanan
3. Mematikan
kreasi peserta didik
4. Menimbulkan
verbalisme
C.
Metode
Karyawisata
Dengan
metode ini, guru mengajak peserta didik kesuatu tempat (objek) tertentu untuk
mempelajari sesuatu dalam rangka suatu pelajaran di sekolah. Di sini peserta didik sekedar
pergi ke suatu tempat untuk berekreasi. Metode karyawisata berguna untuk
membantu peserta didik dalam memahami kehidupan riil dalam lingkungan dengan
segala masalahnya. Misalnya peserta didik diajak ke museum, bank, kantor,
percetakan, pengadilan, atau ke suatu tempat yang mengandung nilai sejarah
kebudayaan tertentu.
v Tujuan
penggunaan metode karyawisata antara lain:
1. untuk
melengkapi pengetahuan yang diperoleh di sekolah
atau kelas
2. untuk
melihat, mengamati, menghayati secara langsung
dan nyata mengenai obyek tersebut
3. untuk
menanamkan nilai moral pada siswa
v Alasan
Penggunaan Metode Karyawisata
1. Obyek
yang akan dipelajari tidak dapat dibawa kedalam kelas karena, misalnya:
a) terlalu
besar/berat
b) berbahaya
c) akan
berubah bila berpindah tempat
d) obyek
terdapat di tempat tertentu
2. Kepentingan
siswa dalam rangka melengkapi proses belajar mengajar
v Langkah-langkah pelaksanaan
1. Persiapan
Merencanakan
tujuan karyawisata. Untuk menetapkan tujuan ini ditunjuk suatu panitia di bawah
bimbingan guru, untuk mengadakan survey ke objek yang dituju. Dalam kunjungan
pendahuluan ini dudah harus diperoleh data tentang objek, antara lain tentang
lokasi, aspek-aspek yang dipelajari, jalan yang ditempuh, penginapan, makan dan
biaya transportasi, bila objek yang dituju jauh.
2. Perencanaan
a. Hasil kunjungan pendahuluan (survey)
dibicarakan bersama dalam rangka menyusun perencanaan yang meliputi: tujuan
karyawisata, pembagian objek, jenis objek sesuai dengan tujuan, serta jumlah
peserta didik.
b. Dibentuk panitia secara lengkap,
termasuk ketua tiap kelompok/seksi
c. Menentukan metode pengumpulan data,
mungkin berwujud wawancara, pengamatan langsung, dokumentasi
d. Penyusunan acara selama karyawisata
berlangsung kepada. Kepada para peserta didik harus ditanamkan disiplin dalam
mentaati jadwal yang telah direncanakan sehinggga pelaksanaan berjalan dengan
lancar.
e. Mengurus perizinan
f. Menentukan biaya, penginapan,
konsumsi, serta peralatan yang diperlukan.
3. Pelaksanaan
Peserta didik melaksanakan tugas
sesuai dengan pembagian yang telah ditetapkan dalam rencana kunjungan,
sedangkan guru mengawasi, membimbing bila perlu menegur sekiranya ada peserta
didik yang kurang menaati tata tertib sesuai acara
4. Pembuatan laporan
Hasil yang diperoleh dari kegiatan
karyawisata ditulis dalam bentuk laporan yang formatnya telah disepakati
bersama.
v Kelebihan
Metode Karya Wisata
- Karya Wisata mempunyai prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam proses belajar mengajar.
- Membuat apa yang dipelajari di sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di masyarakat.
- Pengajaran dengan metode karya wisata dapat lebih merangsang kreatifitas siswa.
- Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas, mendalam dan actual.
v Kekurangan
Metode Karya Wisata
1. Fasilitas
yang diperlukan sulit untuk disediakan siswa di sekolah.
2. Biaya
yang digunakan untuk acara ini lebih banyak.
3. Memerlukan
persiapan dan perencanaan yang matang.
4. Memerlukan
koordinasi dengan guru yang lain agar tidak terjadi tumpang tindih waktu dan kegiatan
selama karya wisata.
5. Dalam
karya wisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada
tujuan utama, sedangkan unsur studinya menjadi terabaikan.
tujuan utama, sedangkan unsur studinya menjadi terabaikan.
6. Sulit
mengatur siswa yang banyak dalam perjalanan ini dan
mengarahkan mereka kepada kegiatan studi yang menjadi
permasalahan.
mengarahkan mereka kepada kegiatan studi yang menjadi
permasalahan.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Ada banyak metode pembelajaran yang
bisa digunakan oleh guru, diantaranya yaitu: metode pemberian tugas belajar dan
resitasi, metode driil, dan metode karyawsisata.
Metode pemberian tugas merupakan metode
pemberian pekerjaan oleh guru kepada peserta didik untuk mencapai tujuan
pembelajaran tertentu. Metode ini siswa akan mempertanggungjawabkan hasil tugas
tersebut. Resitasi ini hampir sama dengan pekerjaan rumah akan tetapi ada
perbedaan antara keduanya.
Metode drill (latihan) merupakan suatu
cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan terhadap apa yang telah
dipelajari peserta didik sehingga memperoleh suatu ketrampilan tertentu. Drill
wajar digunakan untuk kecakapan motoric, dan kecakapan mental.
Metode karyawisata ini guru mengajak
peserta didik ke suatu tempat (objek) tertentu untuk mempelajari sesuatu dalam
rangka suatu pelajaran di sekolah. Langkah-langkahnya yaitu: persiapan, perencanaan, pelaksaan, dan pembuatan laporan.
B. SARAN
Banyak sekali metode-metode pembelajaran
yang ada. Guru bisa menyesuaikan penggunaan metode pebelajaran sesuai dengan
materi yang diajarkan supaya peserta didik tidak bosan dalam mengikuti
pembelajaran. Selain itu guru juga hendaknya kreatif dalam memvariasikan
metode-metode tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Josafira.
2010. Metode Karyawisata. Di unduh
dari http://delsajoesafira.blogspot.com/2010/05/metode-karyawisata.html,
pada tanggal 30 September 2012
Prof.
Dr. Sri Anitah, M. Pd. 2009. Teknologi Pembelajaran. Surakarta: Inti
Media Surakarta
--------------------.
2011. Metode Peberian Tugas. Di unduh
dari http://www.sarjanaku.com/2011/05/metode-pemberian-tugas.html,
pada tanggal 30 September 2012
-------------------.
2012. Pengertian, Prinsip, dan Tujuan
Metode Drill. Di unduh dari http://www.sarjanaku.com/2012/04/metode-drill-pengertian-prinsip-tujuan.html,
pada tanggal 29 September 2012