Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan
Melalui Pemberdayaan Teknologi Pendidikan
Oleh : Nur Ma’rifah/ K7110550/VB
1. Pendahuluan
Latar Belakang
Teknologi pendidikan merupakan salah
satu sarana untuk membantu proses pembelajaran dalam sebuah pendidikan. Mutu pendidikan perlu ditingkatkan
dalam sebuah Negara demi menciptkan generasi-generasi penerus bangsa. Mutu
pendidikan bisa ditingkatkan melalui pemberdayaan teknologi pendidikan.
Berbicara tentang teknolodi pendidikan, tentunya kita juga harus mengetahui apa
itu teknologi pendidikan.
Teknologi
pendidikan adalah profesi yang menerapkan ilmu pengetahuan terkait dengan
pembelajaran/instruksional dan seni mengajar yang diperoleh melalui penelitian
dan pengalaman untuk mengembangkan dan mengelola secara ekonomis dan elegan,
system dan materi instruksional yang mendukung dan menjadi bagian dari
lingkungan belajar yag manusiawi dan efektif sehingga menjadi mudah di akses
oleh banyak orang demi kemajuan dan kesejahteraan umat manusia. Atau dapat juga
dapat disingkat Teknologi pembelajaran itu adalah suatu profesi yang
menciptakan proses belajar yang mudah diperoleh dan dimanfaatkan oleh orang
banyak.
Teknologi
Pendidikan dengan dunia pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan merupakan 3
sisi atau bagian yang tidak dapat terpisahkan. Ketiganya merupakan hal yang
padu dan harus membentuk suatu system yang utuh sehingga dapat menciptakan
sumber daya manusia yang tangguh dan mampu mengelola alam secara bijak.
Untuk
menciptakan sumber daya manusia yang tangguh dan mampu mengelola secara bijak
haruslah terlebih dahulu meningkatkan mutu pendidikan yang ada. Peningkatan
mutu pendidikan bisa direalisasikan salah satunya dengan pemberdayaan teknologi
pendidikan
Masalah
Dari
latar belakang masalah dapat di rumuskan masalah, sebagai berikut:
(1) Apa dan siapa saja yang terlibat dalam pendayagunaan
teknologi Pendidikan untuk meningkatan mutu pendidikan?
(2) Bagaimana cara mendayagunakan teknologi pendidikan
untuk meningkatkan mutu pendidikan?
2. Pembahasan
Kata teknologi pendidikan sering disalah
artikan sebagai media elektronik yang terdiri dari perangkat keras dan
perangkat lunak. Padahal teknologi pendidikan itu sendiri merupakan
satu kesatuan yang terdiri dari berbagai aspek dalam pendidikan dan keseluruhan
system untuk mengelola hasil hingga terdapat nilai tambah.
Dalam teknologi pendidikan, tidak hanya penggunaan
sumber belajar yang mendukung, akan tetapi banyak pihak yang dapat mendukung
dalam meningkatkan mutu pendidikan. Di sini teknologi pendidikan tidak hanya
terdiri dari sumber-sumber belajar yang menggunakan teknologi akan tetapi
penggunaan metode, model serta kreativitas guru dalam kegiatan pembelajaran
juga termasuk dalam teknologi pendidikan. Kurikulum yang ada juga, lingkungan
serta siswa juga berpengaruh dalam teknologi pendidikan.
Dalam konteks pendidikan, pengertian mutu mencakup
input, proses, dan output pendidikan (Zanikhan, 2008:1).
Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus
tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses yang berupa sumber daya
dan perangkat lunak serta harapan-harapan sebagai pemandu bagi berlangsungnya
proses. Input sumber daya meliputi sumber daya manusia (kepala sekolah, guru
termasuk guru BP, karyawan dan siswa) dan sumber daya selebihnya (peralatan,
perlengkapan, uang, bahan, dsb) Input perangkat lunak meliputi struktur
organisasi sekolah, peraturan perundang-undangan, deskripsi tugas, rencana,
program, dsb. Input harapan-harapan berupa visi, misi, tujuan, dan
sasaran-sasaran yang ingin dicapai oleh sekolah. Kesiapan input sangat diperlukan
agar proses dapat berlangsung dengan baik. Oleh karena itu, tinggi rendahnya
mutu input dapat diukur dari tingkat kesiapan input. Makin tinggi
tingkat kesiapan input, makin tinggi pula mutu input tersebut (Zanikhan,
2008:2).
Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi
sesuatu yang lain. Dalam pendidikan berskala mikro (tingkat sekolah), proses
yang dimaksud adalah proses pengambilan keputusan, proses pengelolaan
kelembagaan, proses pengelolaan program, proses belajar mengajar, dan monitoring
dan evaluasi, dengan catatan bahwa proses belajar mengajar memiliki tingkat
kepentingan tertinggi dibandingkan dengan proses-proses lainya. Proses
dikatakan bermutu tinggi apabila pengkoordinasian dan penyerasian serta
pemaduan input sekolah (guru, siswa, kurikulum, uang, peralatan, dsb.)
dilakukan secara harmonis, sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang
menyenangkan, mampu mendorong motivasi dan minat belajar, dan benar-benar mampu
memberdayakan peserta didik. Memberdayakan mengandung arti bahwa peserta didik
tidak sekedar menguasai pengetahuan yang diajarkan oleh guru, akan tetapi
pengetahuan tersebut juga telah menjadi muatan nurani peserta didik, dihayati,
diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, dan yang lebih penting peserta didik mampu
belajar cara belajar (mampu mengembangkan dirinya) (Zanikhan, 2008:2).
Output pendidikan adalah merupakan kinerja sekolah.
Kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses/perilaku
sekolah. Kinerja sekolah dapat diukur dari kualitasnya, efektifitasnya,
produktivitasnya, efisiensinya, inovasinya, kualitas kehidupan kerjanya, dan
moral kerjanya. Khusus yang berkaitan dengan mutu output sekolah dikatakan
berkualitas/bermutu tinggi jika prestasi sekolah, khususnya prestasi siswa,
menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam prestasi akademik, berupa nilai
ulangan umum, UN, karya ilmiah, lomba-lomba akademik; dan prestasi
non-akademik, seperti misalnya IMTAQ, kejujuran, kesopanan, olahraga, kesenian,
keterampilan kejujuran, dan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler lainnya
(Zanikhan, 2008:2).
Jadi bisa digambarkan dari ketiga komponen tersebut
seperti mesin cetak, apabila inputnya bagus, dan prosesnya bagus, maka akan
menghasilkan outpun/cetakan yang bagus pula. Apabila input bagus, prosesnya kurang,
hasilnya nanti bisa kurang bagus. Mungkin juga apabila inputnya kurang tetapi
diproses dengan sebaik mungkin, bisa menghasilkan output yang baik.
Teknologi pendidikan ini termasuk ke dalam proses. Disini
teknologi pendidikan sebagai suatu
disiplin ilmu yang membahas proses mendidik atau membelajarkan tersebut
kemungkinan besar menggunakan teknologi sebagai upaya peningkatan keunggulan
hasil kerja dalam bidang pendidikan baik yang berupa proses pendidikan maupun
berupa hasil pendidikan.
Menurut
Miarso adalah beberapa pedoman umum dalam aplikasi teknologi pendidikan dan
implemasinya:1) memadukan berbabagi macam pendekatan dari bidang psikologi,
komunikasi, manajemen, rekayasa dan lain-lain 2) Memecahkan masalah belajar
pada manusia secara menyeluruh dan serampak, dengan memperhatikan dan mengkaji
semua kondisi dan saling kaitan di antaranya. 3) Digunakan teknologi sebagai
proses dan produk untuk membantu memecahkan masalah belajar.
4)
Tumbuhnya daya lipat atau efek sinergi, dimana penggabungan pendekatan dan atau
unsure mempunyai nilai-nilai lebih dari sekedar penjumlahan. Demikian pula
pemecahan secara menyeluruh dan serempak akan mempunyai nilai lebih daripada
memecahkan masalah secara terpisah (Miarso: 2007, 78).
Mendayagunakan
teknologi pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan ini sangat efektif
mengingat zaman yang semakin maju. Dengan adanya teknologi mestinya segala
permasalahan yang ada dalam bidang pendidikan harusnya dapat terkurangi,
tentunya pembelajaran semakin menyenangkan dan hambatan-hambatan yang biasa
terjadi dapat ditanggulangi.
Munculnya
internet dalam dunia pendidikan merupakan sarana yang sangat menarik bagi para
pendidik untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dunia pendidikan di seluruh dunia
juga tidak lepas dari pengaruh adanya informasi karena informasi dan pendidikan
juga sangat erat hubungan apalagi dengan pengetahuan. Informasi melalui
elektronik yang saat ini sangat popular (internet) merupakan salah satu wujud
e-learning (pembelajaran elektronik). E-learning untuk pendidikan khususnya
pendidikan jarak jauh dan aplikasinya di Indonesia
Di era global seperti ini informasi merupakan “komoditi” sebagaimana barang ekonomi lainnya, peran ini semakin hari semakin nyata dan kian hari kian besar. Karena hal tersebut sekarang telah lahir masyarakat informasi (information age) dan masyarakat ilmu (knowledge society).
Di era global seperti ini informasi merupakan “komoditi” sebagaimana barang ekonomi lainnya, peran ini semakin hari semakin nyata dan kian hari kian besar. Karena hal tersebut sekarang telah lahir masyarakat informasi (information age) dan masyarakat ilmu (knowledge society).
Karakteristik
dari e-learning adalah :
(1) Memanfaatkan jasa teknologi
elektronik, dimana guru dan siswa atau sesame guru dan juga sesama siswa dapat
saling berkomunikasi dengan relative mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang
bersifat protokoler
(2) Memanfaatkan keunggulan computer (digital media computer network)
(3) Menggunakan bahan ajar mandiri (self learning materials) disimpan di
computer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan dimana saja
pada saat yang bersangkutan memerlukannya
(4)
Memanfaatkan
jadwal pembelajaran, kurikulum, dan hasil kemajuan belajar dan berkaitan dengan
administrasi pendidikan dapat setiap saat dilihat dikomputer. Pemanfaatan
e-learning tidak dapat lepas dari internet, pada zaman dahulu pembelajaran
masih didominasi oleh peran guru (the era
of teacher), kemudian bergeser menjadi guru dan buku (the era teacher and book) dan saat ini telah mengalami pergeseran
peran guru, buku dan teknologi (the era
of teacher, book and technology).
Menurut
Elangoan dan Soekartawi dalam Mozaik Teknologi Pendidikan (2007, 201), manfaat
dan petunjuk yang diberikan dengan penggunaan internet sebagai media
pembelajaran adalah:
(1) Tersedianya fasilitas e-moderating
dimana guru dan siswa dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi secara mudah
dengan fasilitas internet dimana saja, kapan saja tanpa di batasi oleh jarak,
tempat dan waktu
(2) Guru dan siswa menggunakan bahan
ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet,
sehingga keduanya dapat saling menilai berapa jauh bahan ajar dipelajari
(3) Siswa dapat mereviuw kapan saja dan
dimana saja mengingat bahan belajar yang tersimpan dikomputer
(4) Bagi siswa yang memerlukan tambahan
informasi dapat melakukan akses di Internet
(5) Baik guru dan siswa dapat melakukan
diskusi melalui internet yang dapat dilakukan dengan banyak orang sehingga
menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas
(6) Berubahnya peran siswa dari kebiasan
pasif menjadi aktif
(7) Relatif lebih efisien, jika mereka
tinggal jauh dari tempat perguruan tinggi atau sekolah yang bersangkutan atau
bagi mereka yang sibuk bekerja, bertugas di kapal, luar negeri dan lain-lain.
Pemberdayaan teknologi pendidikan dalam meningkatkan mutu
pendidikan adalah segala upaya pemanfaatan teknologi dalam pendidikan
untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Aplikasi teknologi pendidikan dalam
meningkatkan mutu pendidikan banyak berhubungan dengan efisiensi dan
efektivitas proses belajar mengajar.
Beberapa cara
memberdayakan teknologi pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan,
diantaranya pengembangan bahan ajar berbasis komputer, pemanfaatan multimedia
dalam pembelajaran, e-learning, disamping juga pemanfaatan media cetak, seperti
buku dan modul dan pemanfaatan televisi dan radio untuk pembelajaran.
Pemanfaatan televisi dan radio dalam pembelajaran bisa
menjadi salah satu aplikasi teknologi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Pustekkom
sebagai pelaksana program televisi edukasi, berusaha memberikan layanan siaran
pendidikan berkualitas.
Menurut
Siahaan (2008:2),siaran TV dapat dimanfaatkan untuk pendidikan/pembelajaran
karena: (1) TV merupakan media massa yang kuat sekali pengaruhnya pada
pembentukan pengetahuan, pola pikir, dan sikap masyarakat. Media televisi juga
dinilai sangat potensial untuk menunjang pembangunan pendidikan, (2) perangkat
TV sudah bukan barang mewah lagi sehingga pengadaannya sudah relatif terjangkau
oleh masyarakat luas, (3) tersedianya berbagai institusi yang mengelola atau
menyelenggarakan siaran TV, (4) tersedianya berbagai lembaga pendidikan yang
memiliki SDM dan fasilitas untuk memproduksi program siaran televisi
pendidikan, (5) tanggapan dan perhatian masyarakat yang masih lebih besar pada
sisi hiburan siaran televisi, (6) masih belum banyak alokasi waktu yang
disediakan stasiun pemancar TV untuk menayangkan program-program
pendidikan/pembelajaran, (7) media televisi juga mampu mengatasi faktor jarak,
ruang, dan waktu sehingga televisi dapat dikatakan sebagai media yang paling
akrab dengan masyarakat , dan (8) masih banyak anggota masyarakat yang putus
sekolah dan bahkan yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan dasar .
Semua
pihak terkait dalam memberdayakan teknologi pendidikan untuk memajukan mutu
pendidikan. Tidak hanya para
pendidik dan pihak sekolah saja, akan tetapi pemerintah, pihak-pihak tertentu
juga terlibat di dalamnya. Misalnya saja dalam pendidikan melalui media
televisi. Pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penyiaran sangat berperan
penting dalam menampilkan siaran-siaran tv yang sedang berlangsung. Apakah
siaran tersebut sudah memberikan informasi/ siaran yang mendidik atau malah
sebaliknya.
Selain dengan model pembelajaran E-learning, Kontekstual Teaching
And Learning atau CTL jika diterapkan pada semua jenjang pendidikan mulai dari
Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi maka siswa atau mahasiswa akan terbiasa
mengembangkan kemampuan pribadinya sedangkan guru hanya sebagau fasilitator
saja. Dengan berkembangnya kemampuan siswa sesuai dengan kondisi masing-masing
maka, mutu pendidikan pada tempat atau sekolah yang bersangkutan akan mengalami
peningkatan aktivitas, dengan meningkatnya aktivitas maka kemampuan kognitif,
psikomotorik dan afektif siswa juga akan mengalami peningkatan. Dengan
meningkatnya ketiga ranah tersebut maka mutu pendidikan akan mengalami
peningkatan. Jika disetiap tempat atau sekolah mengalami peningkatan mutu maka
pendidikan secara nasional juga mengalami peningkatan.
Dengan demikian dapat dilihat bahwa peningkatan mutu pendidikan
dapat dilakukan dengan banyak cara dan teknik, atau metode. Akan tetapi hal
yang paling penting peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari lini yang
paling dasar yaitu siswa dan ruang-ruang kelas. Dengan meningkatnya mutu di
ruang kelas maka mutu pendidikan nasional juga akan meningkat.
3. Penutup
Kesimpulan
Dalam konteks pendidikan, pengertian mutu
mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendidikan. Antara proses dan hasil
pendidikan yang bermutu saling berhubungan. Mutu dalam artian hasil
(ouput) harus dirumuskan lebih dahulu oleh sekolah, dan harus jelas
target yang akan dicapai untuk setiap tahun atau kurun waktu lainnya. Berbagai
input dan proses harus selalu mengacu pada mutu-hasil (output) yang ingin
dicapai.
Pemberdayaan teknologi pendidikan dalam
meningkatkan mutu pendidikan adalah segala upaya pemanfaatan teknologi dalam
pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Aplikasi teknologi
pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan banyak berhubungan dengan
efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar. Beberapa aplikasi teknologi
pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan telah dilakukan diantaranya
adalah pemanfaatan televisi untuk pembelajaran, E-learning, dan
pembelajaran model CTL
Dengan memberdayakan teknologi pendidikan diharapkan dapat
meningkatkan mutu pendidikan. Teknologi itu sendiri
tidak selalu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik. Oelh karena itu,
dibutuhkan kondisi lain untuk menciptakan proses belajar. Kondisi-kondisi itu
antara lain, dukungan pimpinan sekolah, guru yang menguasai teknologi untuk
pembelajaran, standar dan isi kurikulum, ketersediaan sarana dan prasarana,
penialaian yang efektif serta peserta didik sebagai pembelajar yang aktif dan
konstruktif
Sumber:
Amanah. 2011. Aplikasi
Teknologi Pendidikan Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Di unduh dari https://amanahtp.wordpress.com/2011/10/10/aplikasi-teknologi-pendidikan-dalam-peningkatan-mutu-pendidikan/,
pada tanggal 24 September 2012
Ahmad Hapidin. 2010. Aplikasi Teknologi
Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Di unduh dari http://ahmad-hapidin.blogspot.com/2010/08/.html
Pada tanggal 24 September 2012.
Prof. Dr. Sri Anitah, M. Pd. 2009. Teknologi Pembelajaran. Surakarta: Inti
Media Surakarta
Suderadjat,
Hari. 2005. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis
Sekolah. Bandung
: Cipta Lekas Garafika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar