Senin, 08 Oktober 2012

Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Pemberdayaan Teknologi Pendidikan


Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Pemberdayaan Teknologi Pendidikan
Oleh : Nur Ma’rifah/ K7110550/VB

1.      Pendahuluan
Latar Belakang

Teknologi pendidikan merupakan salah satu sarana untuk membantu proses pembelajaran dalam sebuah pendidikan. Mutu pendidikan perlu ditingkatkan dalam sebuah Negara demi menciptkan generasi-generasi penerus bangsa. Mutu pendidikan bisa ditingkatkan melalui pemberdayaan teknologi pendidikan. Berbicara tentang teknolodi pendidikan, tentunya kita juga harus mengetahui apa itu teknologi pendidikan.

Teknologi pendidikan adalah profesi yang menerapkan ilmu pengetahuan terkait dengan pembelajaran/instruksional dan seni mengajar yang diperoleh melalui penelitian dan pengalaman untuk mengembangkan dan mengelola secara ekonomis dan elegan, system dan materi instruksional yang mendukung dan menjadi bagian dari lingkungan belajar yag manusiawi dan efektif sehingga menjadi mudah di akses oleh banyak orang demi kemajuan dan kesejahteraan umat manusia. Atau dapat juga dapat disingkat Teknologi pembelajaran itu adalah suatu profesi yang menciptakan proses belajar yang mudah diperoleh dan dimanfaatkan oleh orang banyak.

Teknologi Pendidikan dengan dunia pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan merupakan 3 sisi atau bagian yang tidak dapat terpisahkan. Ketiganya merupakan hal yang padu dan harus membentuk suatu system yang utuh sehingga dapat menciptakan sumber daya manusia yang tangguh dan mampu mengelola alam secara bijak.

Untuk menciptakan sumber daya manusia yang tangguh dan mampu mengelola secara bijak haruslah terlebih dahulu meningkatkan mutu pendidikan yang ada. Peningkatan mutu pendidikan bisa direalisasikan salah satunya dengan pemberdayaan teknologi pendidikan

Masalah

Dari latar belakang masalah dapat di rumuskan masalah, sebagai berikut:
(1)   Apa dan siapa  saja yang terlibat dalam pendayagunaan teknologi Pendidikan untuk meningkatan mutu pendidikan?
(2)   Bagaimana cara mendayagunakan teknologi pendidikan untuk meningkatkan  mutu pendidikan?

2.      Pembahasan

Kata teknologi pendidikan sering disalah artikan sebagai media elektronik yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak. Padahal teknologi pendidikan itu sendiri merupakan satu kesatuan yang terdiri dari berbagai aspek dalam pendidikan dan keseluruhan system untuk mengelola hasil hingga terdapat nilai tambah.

Dalam teknologi pendidikan, tidak hanya penggunaan sumber belajar yang mendukung, akan tetapi banyak pihak yang dapat mendukung dalam meningkatkan mutu pendidikan. Di sini teknologi pendidikan tidak hanya terdiri dari sumber-sumber belajar yang menggunakan teknologi akan tetapi penggunaan metode, model serta kreativitas guru dalam kegiatan pembelajaran juga termasuk dalam teknologi pendidikan. Kurikulum yang ada juga, lingkungan serta siswa juga berpengaruh dalam teknologi pendidikan.

Dalam konteks pendidikan, pengertian mutu mencakup input, proses, dan output pendidikan (Zanikhan, 2008:1).
Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses yang berupa sumber daya dan perangkat lunak serta harapan-harapan sebagai pemandu bagi berlangsungnya proses. Input sumber daya meliputi sumber daya manusia (kepala sekolah, guru termasuk guru BP, karyawan dan siswa) dan sumber daya selebihnya (peralatan, perlengkapan, uang, bahan, dsb) Input perangkat lunak meliputi struktur organisasi sekolah, peraturan perundang-undangan, deskripsi tugas, rencana, program, dsb. Input harapan-harapan berupa visi, misi, tujuan, dan sasaran-sasaran yang ingin dicapai oleh sekolah. Kesiapan input sangat diperlukan agar proses dapat berlangsung dengan baik. Oleh karena itu, tinggi rendahnya mutu input dapat diukur dari tingkat kesiapan input. Makin tinggi tingkat kesiapan input, makin tinggi pula mutu input tersebut (Zanikhan, 2008:2).

Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Dalam pendidikan berskala mikro (tingkat sekolah), proses yang dimaksud adalah proses pengambilan keputusan, proses pengelolaan kelembagaan, proses  pengelolaan program, proses belajar mengajar, dan monitoring dan evaluasi, dengan catatan bahwa proses belajar mengajar memiliki tingkat kepentingan tertinggi dibandingkan dengan proses-proses lainya. Proses dikatakan bermutu tinggi apabila pengkoordinasian dan penyerasian serta pemaduan input sekolah (guru, siswa, kurikulum, uang, peralatan, dsb.) dilakukan secara harmonis, sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan, mampu mendorong motivasi dan minat belajar, dan benar-benar mampu memberdayakan peserta didik. Memberdayakan mengandung arti bahwa peserta didik tidak sekedar menguasai pengetahuan yang diajarkan oleh guru, akan tetapi pengetahuan tersebut juga telah menjadi muatan nurani peserta didik, dihayati, diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, dan yang lebih penting peserta didik mampu belajar cara belajar (mampu mengembangkan dirinya) (Zanikhan, 2008:2).

Output pendidikan adalah merupakan kinerja sekolah. Kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses/perilaku sekolah. Kinerja sekolah dapat diukur dari kualitasnya, efektifitasnya, produktivitasnya, efisiensinya, inovasinya, kualitas kehidupan kerjanya, dan moral kerjanya. Khusus yang berkaitan dengan mutu output sekolah dikatakan berkualitas/bermutu tinggi jika prestasi sekolah, khususnya prestasi siswa, menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam prestasi akademik, berupa nilai ulangan umum, UN, karya ilmiah, lomba-lomba akademik; dan prestasi non-akademik, seperti misalnya IMTAQ, kejujuran, kesopanan, olahraga, kesenian, keterampilan kejujuran, dan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler lainnya (Zanikhan, 2008:2).

Jadi bisa digambarkan dari ketiga komponen tersebut seperti mesin cetak, apabila inputnya bagus, dan prosesnya bagus, maka akan menghasilkan outpun/cetakan yang bagus pula. Apabila input bagus, prosesnya kurang, hasilnya nanti bisa kurang bagus. Mungkin juga apabila inputnya kurang tetapi diproses dengan sebaik mungkin, bisa menghasilkan output yang baik.

Teknologi pendidikan ini termasuk ke dalam proses. Disini teknologi pendidikan sebagai suatu disiplin ilmu yang membahas proses mendidik atau membelajarkan tersebut kemungkinan besar menggunakan teknologi sebagai upaya peningkatan keunggulan hasil kerja dalam bidang pendidikan baik yang berupa proses pendidikan maupun berupa hasil pendidikan.
Menurut Miarso adalah beberapa pedoman umum dalam aplikasi teknologi pendidikan dan implemasinya:1) memadukan berbabagi macam pendekatan dari bidang psikologi, komunikasi, manajemen, rekayasa dan lain-lain 2) Memecahkan masalah belajar pada manusia secara menyeluruh dan serampak, dengan memperhatikan dan mengkaji semua kondisi dan saling kaitan di antaranya. 3) Digunakan teknologi sebagai proses dan produk untuk membantu memecahkan masalah belajar.
4) Tumbuhnya daya lipat atau efek sinergi, dimana penggabungan pendekatan dan atau unsure mempunyai nilai-nilai lebih dari sekedar penjumlahan. Demikian pula pemecahan secara menyeluruh dan serempak akan mempunyai nilai lebih daripada memecahkan masalah secara terpisah (Miarso: 2007, 78).
Mendayagunakan teknologi pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan ini sangat efektif mengingat zaman yang semakin maju. Dengan adanya teknologi mestinya segala permasalahan yang ada dalam bidang pendidikan harusnya dapat terkurangi, tentunya pembelajaran semakin menyenangkan dan hambatan-hambatan yang biasa terjadi dapat ditanggulangi.
Munculnya internet dalam dunia pendidikan merupakan sarana yang sangat menarik bagi para pendidik untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dunia pendidikan di seluruh dunia juga tidak lepas dari pengaruh adanya informasi karena informasi dan pendidikan juga sangat erat hubungan apalagi dengan pengetahuan. Informasi melalui elektronik yang saat ini sangat popular (internet) merupakan salah satu wujud e-learning (pembelajaran elektronik). E-learning untuk pendidikan khususnya pendidikan jarak jauh dan aplikasinya di Indonesia
Di era global seperti ini informasi merupakan “komoditi” sebagaimana barang ekonomi lainnya, peran ini semakin hari semakin nyata dan kian hari kian besar. Karena hal tersebut sekarang telah lahir masyarakat informasi (information age) dan masyarakat ilmu (knowledge society).
Karakteristik dari e-learning adalah :
(1)   Memanfaatkan jasa teknologi elektronik, dimana guru dan siswa atau sesame guru dan juga sesama siswa dapat saling berkomunikasi dengan relative mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang bersifat protokoler
(2)   Memanfaatkan keunggulan computer (digital media computer network)
(3)   Menggunakan bahan ajar mandiri (self learning materials) disimpan di computer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan dimana saja pada saat yang bersangkutan memerlukannya
(4)   Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, dan hasil kemajuan belajar dan berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat setiap saat dilihat dikomputer. Pemanfaatan e-learning tidak dapat lepas dari internet, pada zaman dahulu pembelajaran masih didominasi oleh peran guru (the era of teacher), kemudian bergeser menjadi guru dan buku (the era teacher and book) dan saat ini telah mengalami pergeseran peran guru, buku dan teknologi (the era of teacher, book and technology).

Menurut Elangoan dan Soekartawi dalam Mozaik Teknologi Pendidikan (2007, 201), manfaat dan petunjuk yang diberikan dengan penggunaan internet sebagai media pembelajaran adalah:
(1)      Tersedianya fasilitas e-moderating dimana guru dan siswa dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi secara mudah dengan fasilitas internet dimana saja, kapan saja tanpa di batasi oleh jarak, tempat dan waktu
(2)      Guru dan siswa menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya dapat saling menilai berapa jauh bahan ajar dipelajari
(3)      Siswa dapat mereviuw kapan saja dan dimana saja mengingat bahan belajar yang tersimpan dikomputer
(4)      Bagi siswa yang memerlukan tambahan informasi dapat melakukan akses di Internet
(5)      Baik guru dan siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat dilakukan dengan banyak orang sehingga menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas
(6)      Berubahnya peran siswa dari kebiasan pasif menjadi aktif
(7)      Relatif lebih efisien, jika mereka tinggal jauh dari tempat perguruan tinggi atau sekolah yang bersangkutan atau bagi mereka yang sibuk bekerja, bertugas di kapal, luar negeri dan lain-lain.

Pemberdayaan teknologi pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah segala upaya pemanfaatan teknologi dalam pendidikan  untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Aplikasi teknologi pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan  banyak berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar.

Beberapa cara memberdayakan teknologi pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan, diantaranya pengembangan bahan ajar berbasis komputer, pemanfaatan multimedia dalam pembelajaran, e-learning, disamping juga pemanfaatan media cetak, seperti buku dan modul dan pemanfaatan televisi dan radio untuk pembelajaran.

Pemanfaatan televisi dan radio dalam pembelajaran bisa menjadi salah satu aplikasi teknologi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Pustekkom sebagai pelaksana program televisi edukasi, berusaha memberikan layanan siaran pendidikan berkualitas.

Menurut Siahaan (2008:2),siaran TV dapat dimanfaatkan untuk pendidikan/pembelajaran karena: (1) TV merupakan media massa yang kuat sekali pengaruhnya pada pembentukan pengetahuan, pola pikir, dan sikap masyarakat. Media televisi juga dinilai sangat potensial untuk menunjang pembangunan pendidikan, (2) perangkat TV sudah bukan barang mewah lagi sehingga pengadaannya sudah relatif terjangkau oleh masyarakat luas, (3) tersedianya berbagai institusi yang mengelola atau menyelenggarakan siaran TV, (4) tersedianya berbagai lembaga pendidikan yang memiliki SDM dan fasilitas untuk memproduksi program siaran televisi pendidikan, (5) tanggapan dan perhatian masyarakat yang masih lebih besar pada sisi hiburan siaran televisi, (6) masih belum banyak alokasi waktu yang disediakan stasiun pemancar TV untuk menayangkan program-program pendidikan/pembelajaran, (7) media televisi juga mampu mengatasi faktor jarak, ruang, dan waktu sehingga televisi dapat dikatakan sebagai media yang paling akrab dengan masyarakat , dan (8) masih banyak anggota masyarakat yang putus sekolah dan bahkan yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan dasar .

Semua pihak terkait dalam memberdayakan teknologi pendidikan untuk memajukan mutu pendidikan. Tidak hanya para pendidik dan pihak sekolah saja, akan tetapi pemerintah, pihak-pihak tertentu juga terlibat di dalamnya. Misalnya saja dalam pendidikan melalui media televisi. Pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penyiaran sangat berperan penting dalam menampilkan siaran-siaran tv yang sedang berlangsung. Apakah siaran tersebut sudah memberikan informasi/ siaran yang mendidik atau malah sebaliknya.
Selain dengan model pembelajaran E-learning, Kontekstual Teaching And Learning atau CTL jika diterapkan pada semua jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi maka siswa atau mahasiswa akan terbiasa mengembangkan kemampuan pribadinya sedangkan guru hanya sebagau fasilitator saja. Dengan berkembangnya kemampuan siswa sesuai dengan kondisi masing-masing maka, mutu pendidikan pada tempat atau sekolah yang bersangkutan akan mengalami peningkatan aktivitas, dengan meningkatnya aktivitas maka kemampuan kognitif, psikomotorik dan afektif siswa juga akan mengalami peningkatan. Dengan meningkatnya ketiga ranah tersebut maka mutu pendidikan akan mengalami peningkatan. Jika disetiap tempat atau sekolah mengalami peningkatan mutu maka pendidikan secara nasional juga mengalami peningkatan.
Dengan demikian dapat dilihat bahwa peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan banyak cara dan teknik, atau metode. Akan tetapi hal yang paling penting peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari lini yang paling dasar yaitu siswa dan ruang-ruang kelas. Dengan meningkatnya mutu di ruang kelas maka mutu pendidikan nasional juga akan meningkat.
3.      Penutup
Kesimpulan
Dalam konteks pendidikan, pengertian mutu mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendidikan. Antara proses dan hasil pendidikan yang bermutu saling berhubungan. Mutu dalam artian hasil (ouput) harus dirumuskan lebih dahulu oleh sekolah, dan harus jelas target yang akan dicapai untuk setiap tahun atau kurun waktu lainnya. Berbagai input dan proses harus selalu mengacu pada mutu-hasil (output) yang ingin dicapai.

Pemberdayaan teknologi pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah segala upaya pemanfaatan teknologi dalam pendidikan  untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Aplikasi teknologi pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan  banyak berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar. Beberapa aplikasi teknologi pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan telah dilakukan diantaranya adalah pemanfaatan televisi  untuk pembelajaran, E-learning, dan pembelajaran model CTL
Dengan memberdayakan teknologi pendidikan diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan. Teknologi itu sendiri tidak selalu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik. Oelh karena itu, dibutuhkan kondisi lain untuk menciptakan proses belajar. Kondisi-kondisi itu antara lain, dukungan pimpinan sekolah, guru yang menguasai teknologi untuk pembelajaran, standar dan isi kurikulum, ketersediaan sarana dan prasarana, penialaian yang efektif serta peserta didik sebagai pembelajar yang aktif dan konstruktif
Sumber:
Amanah. 2011. Aplikasi Teknologi Pendidikan Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Di unduh dari https://amanahtp.wordpress.com/2011/10/10/aplikasi-teknologi-pendidikan-dalam-peningkatan-mutu-pendidikan/, pada tanggal 24 September 2012
Ahmad Hapidin. 2010. Aplikasi Teknologi Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Di unduh dari  http://ahmad-hapidin.blogspot.com/2010/08/.html  Pada tanggal 24 September 2012.
Prof.  Dr. Sri Anitah, M. Pd. 2009. Teknologi Pembelajaran. Surakarta: Inti Media Surakarta
Suderadjat, Hari. 2005.  Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Bandung : Cipta Lekas Garafika